Hallo teman-teman viewers sekalian!

Kalian sudah pernahkah melihat atau menggunakan layanan koleksi langka di Perpustakaan Nasional Negeri kita ini, yaitu Perpustakaan Nasional RI?

Oke… Kalau begitu, pada postingan Monochrease kali ini, saya akan memaparkan informasi mengenai ‘ Sejarah Koleksi Langka beserta Program Layanan Perpustakaan Nasional RI di Masa Pandemi’. Penasaran kan? Let’s get started!

Nah, Koleksi Buku Langka yang ada di Perpustakaan Nasional RI ini pada awal berdirinya sekitar tahun 1989 merupakan warisan gabungan dari 4 perpustakaan di Jakarta, yaitu
1. Perpustakaan Museum Nasional (Koninkklijk Bataviaasch Genootschap)
2. Perpustakaan Sejarah, Politik, dan Sosial (SPS)
3. Perpustakaan Wilayah DKI Jakarta Bidang Bibliografi dan Deposit
4. Pusat Pembinaan Perpustakaan

Sebelumnya, jika dilihat dari perkembangan sejarah pendidikan pada masa kolonial (Abad ke 17-18), pada waktu itu Belanda melalui VOC meneruskan program pendidikan yang sudah dilakukan oleh portugis. Proses belajar mengajarnya pun masih sangat sederhana seperti pengajaran agama kristen, membaca, menulis, dan bernyanyi. Kemudian pada tahun 1607 Belanda merintis sebuah sekolah untuk mendidik guru-guru injil yang berasal dari kalangan pribumi. Nah, dibawah ini merupakan buku Spieghel van de Maleysche tale yang terbit tahun 1612, dimana buku ini adalah buku lanjutan dari AB Boeck yang diperuntukkan bagi murid yang sudah mengerti tentang susunan alphabet. Buku ini dianggap sebagai buku pelajaran Tertua tentang bahasa Belanda sebagai Bahasa Asing yang pernah diajarkan di Indonesia. Isinya dituliskan secara bilingual disusun bersisian (Belanda Lama – Melayu).



Kemudian pada pertengahan abad ke 19 hingga awal 20, pengajaran bahasa Belanda semakin ditingkatkan di sekolah-sekolah pemerintahan Hindia Belanda. Penyusunan buku-buku bacaan disesuaikan dengan Model Prinsen, yaitu cara membaca melafalkan hufuf hidup disambungkan dengan huruf mati kemudian membentuk sebuah kalimat dan ditambahkan gambar-gambar. Berlanjut pada zaman penjajahan Jepang (Abad 20), diadakan sekolah rakyat (pendidikan rendah) dan Bahasa Indonesia dijadikan sebagai bahasa pengantar sekolah, buku-buku pelajaran yang digunakan adalah hasil terjemahan dari Bahasa Belanda ke dalam Bahasa Indonesia. Penekanan tingkat pendidikan rendah adalah pada pelajaran bahasa dan berhitung, yang diimplementasi pada pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah, dan Berhitung. Dibawah ini adalah contoh koleksi buku pelajaran Bahasa Daerah untuk tingkat pendidikan rendah.



Nah, sudah cukup sejarahnya, sekarang mari berlanjut ke Layanan Koleksi Langka di Perpustakaan Nasional RI!

Di Perpustakaan Nasional RI sendiri, terdapat KLASIKA atau Kelompok Substansi Layanan Monografi dan Berkala Langka dimana berisikan beberapa bagian layanan, berikut penjelasannya :
- Layanan Koleksi Surat Kabar Langka (Lt. 7b 9c Perpusnas Salemba) = Melayani dan Mengoleksi semua terbitan surat kabar yang ada di Indonesia hingga masa reformasi (2016). Saat ini koleksi surat kabar langka berjumlah sekitar 1927 judul, 17.383 bundel, salah satunya adalah koleksi surat kabar tertua yaitu Bataviasche Koloniale Courant yang terbit tahun 1810 dalam berbagai bahasa.
- Layanan Galeri Kepresidenan (Lt. 1 Perpusnas Merdeka Selatan) = Menyajikan informasi mengenai presiden-presiden RI dalah bentuk biografi, karya, audiovisual, dan sebagainya.
- Layanan Koleksi Audio Visual (Lt. 8 Perpusnas Merdeka Selatan) = Menyajikan koleksi audio visual seperti microfilm, mikrofis, kaset pita, CD/DVD
- Layanan Koleksi Buku Langka (Lt. 14 Perpusnas Merdeka Selatan) = Menyajikan jenis koleksi monograf, skripsi, dan tesis tahun 1900-1980an, disertasi berbahasa Belanda tahun 1830-1940, dan laporan terbitan pemerintah mulai masa kolonial hingga masa pasca kolonial (1989), mulai dari kebudayaan, kemaritiman, perkebunan, filsafat, keagamaan, teknologi terapan, pertanian, pariwisata, sastra, kesehatan, serta Koleksi Terlarang (KT).
- Layanan Koleksi Foto, Peta, dan Lukisan (Lt. 16 Perpusnas Merdeka Selatan) = Menyajikan koleksi foto, peta, atlas, dan lukisan yang merupakan koleksi sangat berharga serta memiliki nilai sejarah.
- Layanan Koleksi Majalah dan Jurnal Langka (Lt. 23 Perpusnas Merdeka Selatan) = Menyediakan koleksi majalah dan jurnal langka terjilid sebanyak 98.381 bundel atau 12.319 judul.

Berikut beberapa foto-foto koleksi langka dan bersejarah yang dihimpun :



Waah lengkap sekali bukan? Selain koleksi-koleksi langka yang lengkap dan bervariasi, fasilitas berupa sarana dan prasarana, ruang penyimpanan koleksi, ruang diskusi, dan masih banyak lag, semua disediakan dengan lengkap.

Bagaimana jika kita ingin mengetahui, mengakses, dan menggunakan Layanan Koleksi Langka di Perpustakaan Nasional RI Masa Pandemi ini?

Nah, jika kita ingin mengakses dan menggunakan koleksi langka Perpustakaan Nasional RI secara remote melalui internet, kita bisa mengakses layanan koleksi langka dalam bentuk digital pada link berikut : KHASTARA. Isinya lumayan lengkap dan terdiri dari berbagai macam kategori, seperti Naskah kuno, Peta, Buku Langka, Foto, Gambar, Lukisan, Majalah dan Surat Kabar Langka, dan sumber lainnya. Dari situ kita tinggal meng-klik pilihan koleksi langka yang disediakan, dan voila! gambar versi PDF koleksi tersebut akan langsung terlihat.

Pada Layanan Koleksi Langka Perpusnas RI di Masa Pandemi, biasanya mereka melakukan FGD (Focus Group Discussion) untuk membahas dan menganalisis koleksi kuno yang ada di Perpusnas ini, misalnya dilakukan FGD Monograf Berkala Langka tentang Penelitian Sejarah. Perpusnas RI ini juga sering mengadakan sosialisasi, workshop, danwebinar tentang layanan-layanan yang ada, khususnya tentang Layanan Koleksi Langka. Video-video webinar tersebut bisa ditonton pada kanal Youtube Perpusnas RI ini, seperti WBS Radio Perpusnas, Perpustakaan Nasional RI, atau kita bisa mendapatkan pemberitahuan mengenai kegiatan yang diadakan Perpustakaan Nasional RI melalui akun Instagramnya, yaitu @perpusnas.go.id. Beberapa video-video webinar mengenai Layanan Koleksi Langka Perpusnas RI bisa dilihat dibawah ini:



Lalu untuk kunjungan secara langsung, berdasarkan wawancara saya dengan pustakawan di Perpusnas RI, Jika kita ingin mengunjungi layanan koleksi langka yang ada di Perpusnas RI Medan Merdeka Selatan, kita cukup scan barcode dengan aplikasi Peduli Lindungi dan minimal sudah melakukan vaksinasi dosis pertama dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan. Kemudian jika kita ingin mengunjungi Layanan Surat Kabar Langka yang ada di Perpusnas RI Salemba, kita harus melakukan konfirmasi terdahulu kepada contact person yang disediakan, karena jumlah pemustaka yang diperbolehkan untuk mengunjunginya cukup terbatas.


Baiklah, seperti itu pemaparan postingan kali ini, semoga bisa bermanfaat untuk menambah khazanah pengetahuan teman-teman viewers. Oh ya, jika ingin memberikan informasi tambahan lainnya yang belum dibahas ataupun ingin mengoreksi beberapa informasi di postingan ini juga boleh, saya akan sangat berterima kasih. Silahkan berikan komentar kalian yaa. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan. Terima kasih yang sudah bersedia membaca!

Sampai jumpa di postingan berikutnya….


*Sumber : Perpustakaan Nasional RI